iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Reses di Oebau, Agustaf Dethan Diserbu Aspirasi Jalan Rusak hingga Perabot Pesta, 20 Janda-Duda dan Anak Yatim Terima Bingkisan Kasih

Reporter : Bobby F. Piras Editor: Redaksi
reses-di-oebau-agustaf-dethan-diserbu-aspirasi-jalan-rusak-hingga-perabot-pesta-20-janda-duda-yatim-dapat-bingkisan-kasih.jpg
Suasana Reses III Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rote Ndao asal PSI, Drs Agustaf Dethan pada dua titik di Desa Oebau, Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Senin, 12/10/2026. (Foto : Bobby/NusaROTE.ID)
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID – Persoalan infrastruktur, kebutuhan air bersih, hingga keterbatasan akses internet menjadi sederet aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Oebau, Kecamatan Pantai Baru, kepada Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rote Ndao, Drs. Agustaf Dethan, saat menggelar Reses Masa Persidangan III, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di dua titik tersebut dihadiri masyarakat dari tiga dusun, yakni Letuak, Talililo, dan Batule. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Aspirasi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan jalan rusak, tetapi juga pembangunan embung dan sumur bor, jaringan perpipaan air minum, bantuan kawat duri untuk pagar persawahan, hingga penanganan wilayah yang mengalami blank spot atau sulit mengakses jaringan internet.

Tak kalah penting, kelompok ibu-ibu turut menyuarakan kebutuhan perlengkapan rumah tangga untuk kepentingan bersama, seperti piring, periuk, dan tenda yang dapat digunakan dalam pesta maupun kegiatan kemasyarakatan di tiga dusun tersebut.

Jalan Puan–Batukolpao dan Air Bersih Jadi Perhatian

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Agustaf menegaskan bahwa dirinya akan memprioritaskan perjuangan terhadap kebutuhan yang menyangkut kepentingan umum.

Menurut dia, kepercayaan yang diberikan masyarakat melalui pemilihan menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan memperjuangkan aspirasi warga.

“Sebagai anggota DPRD, saya duduk di lembaga ini karena dipilih oleh masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat harus diperjuangkan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan bersama,” tegas Agustaf di hadapan warga.

Baca Juga:
Tersangka Solar Bersubsidi 3,27 Ton di Rote Ndao Ditahan, Terancam 6 Tahun Penjara

Terkait kebutuhan pembangunan embung dan sumur bor, ia meminta masyarakat menyiapkan proposal agar usulan tersebut dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan Puan–Batukolpao dan pembangunan jaringan perpipaan air minum, Agustaf menyatakan akan mendorong agar kebutuhan tersebut diperjuangkan melalui APBD Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2027.

“Khusus untuk embung dan sumur bor, saya minta masyarakat mengajukan dalam bentuk proposal. Untuk jalan Puan–Batukolpao dan perpipaan air minum, saya akan dorong melalui APBD 2027,” jelasnya.

Mengenai permintaan bantuan perlengkapan pesta dan kegiatan sosial, Agustaf menyampaikan kesediaannya membantu menggunakan dana pribadi, dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimilikinya.

Ia bahkan memberikan gambaran secara terbuka kepada masyarakat bahwa bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan, mengingat kebutuhan yang diajukan cukup besar.

“Kalau minta lima, saya bantu tiga, bisa ko?” tanyanya kepada warga.

Pertanyaan itu disambut jawaban serentak, “Bisa!” disertai tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Cari Solusi untuk Wilayah Blank Spot

Persoalan jaringan internet juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Warga berharap adanya solusi agar akses komunikasi dan informasi di wilayah mereka dapat lebih baik.

Menanggapi hal itu, Agustaf menawarkan langkah bertahap melalui pemasangan Wi-Fi di sejumlah titik yang memungkinkan. Selain itu, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan PT Telkom untuk mendorong pembangunan menara pemancar agar jangkauan jaringan telekomunikasi dapat menjangkau wilayah tersebut.

Langkah ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses internet, yang semakin penting bagi komunikasi, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.

Reses Bukan Sekadar Menyerap Aspirasi

Di sela-sela penyampaian aspirasi, Agustaf juga menekankan bahwa kegiatan reses tidak semata-mata menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan usulan pembangunan. Menurut dia, reses juga harus menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dan memastikan masyarakat merasa dihargai.

Politisi PSI ini secara terbuka menjelaskan bahwa pelaksanaan reses memiliki anggaran untuk mendukung kegiatan, termasuk konsumsi bagi masyarakat yang hadir.

“Anggota DPRD itu reses ada anggaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lapar. Saat saya reses, bapak, mama, adik-adik pasti kebagian makan, minum dan isap-isap,” ujarnya, disambut tawa warga.

Dengan gaya penyampaian yang santai, Agustaf menjelaskan bahwa istilah “isap-isap” yang dimaksudnya mencakup kebiasaan masyarakat, seperti menikmati sirih pinang, tembakau, merokok dan permen, serta berbagai konsumsi yang disediakan selama kegiatan berlangsung ƴakni makan minum dan snack.

Ia menegaskan, masyarakat yang datang tidak boleh merasa diabaikan, termasuk anak-anak yang turut hadir mendampingi orang tua mereka.

Baginya, menyerap aspirasi bukan hanya tentang mencatat daftar kebutuhan, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dan menghadirkan suasana kekeluargaan antara wakil rakyat dan masyarakat.

20 Janda, Duda, dan Anak Yatim Terima Bingkisan Kasih

Selain menyerap aspirasi pembangunan, reses di Desa Oebau juga diwarnai aksi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 20 orang yang terdiri atas janda, duda, dan anak yatim piatu menerima bingkisan kasih dari Agustaf Dethan.

Bingkisan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepada warga, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Agustaf mengakui bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan para penerima. Namun, ia berharap bingkisan itu dapat memberikan manfaat dan menjadi tanda kepedulian.

“Walaupun nilainya tidak seberapa, setidaknya bisa membantu,” katanya.

Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat Oebau mulai dari infrastruktur dasar, air bersih, jaringan internet, hingga perlengkapan kegiatan sosial telah disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat.

Masyarakat kini berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Bagi warga Oebau, reses menjadi ruang untuk menyampaikan harapan sekaligus menagih perhatian terhadap kebutuhan nyata yang mereka hadapi sehari-hari. (nr1).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *