Ba’a, NusaRote.ID – Anggota Komite IV DPD RI, Hilda Manafe, S.E., M.M menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Universitas Nusa Lontar (Unstar), Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda.
Dalam kegiatan itu, Hilda didampingi tenaga ahli DPD RI, Dr. Morisson Hendrik Riwu Kore dan Dr. Ian Haba Ora. Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan berbagai pembahasan terkait tantangan kebangsaan di era digital dan globalisasi.
Hilda Manafe menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia. Nilai-nilai di dalamnya harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi,” kata Hilda dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan, nilai toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi bentuk nyata pengamalan Pancasila di tengah masyarakat.
Selain itu, Hilda juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang mengatur sistem ketatanegaraan dan perlindungan hak warga negara.
“Generasi muda perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara agar mampu menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hilda turut mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk intoleransi dan penyebaran ujaran kebencian di ruang digital.
Sementara itu, NKRI disebut sebagai bentuk final negara Indonesia yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.
“Mahasiswa sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab besar menjaga persatuan nasional dan menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Lontar, Daniel Babu, SH., MH menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap perhatian terhadap perguruan tinggi di daerah terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi.
Daniel mengatakan kampus yang dipimpinnya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan meski menghadapi berbagai keterbatasan sumber daya dan pendanaan.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme dan meningkatkan kesadaran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah dinamika perkembangan zaman. (nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










