“ Tentunya ini membuat sakit hati para pendukung Prabowo. Di mana kami tengah fokus mengatasi bencana di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan maupun di Sumatra,” ujar Kurniawan.
Ia menilai pernyataan mengenai pergantian kepemimpinan nasional sebelum 2029 dapat mengganggu fokus pemerintah dan masyarakat yang saat ini menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Gerakan Cinta Prabowo Tempuh Jalur Hukum
Kurniawan mengatakan pihaknya menghormati kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi. Namun, menurut dia, kebebasan tersebut tetap harus berjalan dalam koridor hukum.
“Tentu ini sangat mengganggu kami dan kami marah, kami mengecam. Makanya hari ini saya menempuh jalur hukum untuk membuat pelajaran kepada semua rakyat Indonesia bahwa di sebuah negara demokrasi pun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar,” tegasnya.
Pelaporan ke Bareskrim Polri tersebut menjadi langkah hukum yang ditempuh Gerakan Cinta Prabowo sebagai bentuk keberatan atas pernyataan Budi Arie.
Budi Arie Sebelumnya Sudah Minta Maaf
Sementara itu, Budi Arie Setiadi sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya mengenai “percepatan sejarah” dalam dinamika politik nasional sebelum 2029.
Pernyataan tersebut sempat viral dan memicu spekulasi di tengah publik. Budi Arie kemudian menjelaskan bahwa pernyataannya menimbulkan berbagai penafsiran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










