iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Keputusan Kontroversial Wasit Bikin BBN Boys Tumbang 0-1 dari PPH di KASMANSA CUP II

Kemelut di Kotak Pinalti BBN berujung
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID – Keputusan pinalti kontroversial Wasit di Turnamen sepak bola mini KASMANSA PANTAI BARU CUP II menjadi sorotan setelah BBN Boys menelan kekalahan 0-1 dari PPH pada laga babak penyisihan yang berlangsung di Lapangan Bola Olafulihaa, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu pagi, 29/8/2026.

Gol tunggal PPH di menit 49 babak kedua lahir dari drama 3 menit sebelumnya. Berawal dari tendangan sudut, keputusan wasit yang dipicu bendera asisten wasit akhirnya membuat BBN Boys harus bermain diakhir laga dengan rasa kecewa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kronologi: Bendera Terangkat, Titik Putih Ditunjuk

Petaka BBN Boys dimulai di menit 46 babak kedua. Tim PPH mendapat tendangan sudut di sisi kiri pertahanan BBN Boys.

Saat bola masuk ke kotak penalti terjadi kemelut. Di saat itulah Asisten Wasit Souldianto Malelak mengangkat bendera dan berkomunikasi dengan Wasit Utama Yeskial Pinga.

Setelah berdiskusi, wasit utama menghentikan pertandingan dan langsung menunjuk titik putih. Pelanggaran yang dinilai adalah hand ball yang dilakukan pemain BBN, Fiksan Son (19) di area titik penalti. Selain hadiah penalti, wasit juga mengeluarkan kartu kuning untuk Fiksan.

Keputusan itu langsung memicu protes keras dari pemain dan ofisial BBN Boys. Mereka menilai bola tidak menyentuh tangan Fiksan.

Hal itu juga diperkuat bukti visual. Berdasarkan rekaman live penonton dan siaran YouTube, bola terlihat memantul ke kaki Fiksan, bukan ke tangan. Namun protes tidak mengubah keputusan. Tiga menit kemudian, PPH sukses mengeksekusi penalti di menit 49 dan unggul 1-0 hingga peluit akhir.

Kesaksian Kapten & Pemain: Bola Kena Kaki, Bukan Tangan

Kapten BBN Boys, Gerald Ledoh, ikut buka suara usai laga. Menurutnya, wasit memberi alasan Fiksan Son (19) lompat dan pukul bola.

“Wasit bilang, pelanggaran karena lompat dan pukul bola,” tutur Gerald.

Padahal menurut Gerald, kenyataannya Fiksan berada di posisi berbeda.
“Padahal kenyataannya Fiksan (19) berada bersama 1 pemain PPH (18) di belakang kanan, terpisah dari kerumunan pemain BBN, dan PPH saat tendangan sudut dilepaskan ke titik penalti,” jelasnya.

Kesaksian senada juga disampaikan pemain BBN Aldo Sulla (18). Ia menyebut saat bola dari tendangan sudut dilepaskan, pemain PPH yang melompat di dekatnya dan kiper BBN (Hendra Mulik).

“Saat itu saya, Kenzo Lidik (9), dan 1 pemain PPH nomor punggung 5 yang ikut melompat di dekat kiper. Sementara Fiksan (19) berada jauh di belakang dan tidak melompat,” ujarnya.

“Setelah bola jatuh ke belakang dan tepat di kaki pemain nomor 18 PPH. Baru bola itu ditendang dan memantul di kaki Fiksan (19),” jelasnya.

Protes Resmi Mentok Aturan TM

Tidak terima, usai laga ofisial dan manajemen BBN Boys mengajukan protes resmi ke panitia. Mereka siap membayar biaya administrasi Rp1 juta sesuai ketentuan dan melampirkan video sebagai bukti.

Namun protes itu tidak bisa diproses lebih lanjut.

Sesuai keputusan technical meeting KASMANSA PANTAI BARU CUP II, bukti elektronik berupa rekaman video, siaran langsung, maupun YouTube dari penonton maupun panitia tidak dapat digunakan. Bukti visual hanya berlaku jika ada VAR.

Karena di turnamen ini tidak ada VAR, maka keputusan wasit di lapangan bersifat mutlak. Tim yang merasa dirugikan hanya bisa menyampaikan pendapat atau argumen.

“Kami sudah ajukan protes dan siap bayar 1 juta, tapi bukti video tidak dipakai. Kami merasa ini kurang adil kalau tidak ada bukti visual yang jadi acuan selain VAR,” tegas Pelatih Niksen Suki.

Mental Anak-Anak Down, Perjuangan Belum Selesai

Pelatih dan Manajer menyayangkan kejadian tersebut.

“Tim ini sudah bagus. Namun saya kecewa dengan keputusan wasit. Penalti dan kartu kuning itu membuat mental kami down,” ujar Niksen.

“Saya berdiri tepat di samping kotak penalti saat kejadian tendangan sudut itu. Faktanya tidak ada pelanggaran dari pemain kami. 99% pemain kami siswa SMA Pantai Baru. Ini pasti berdampak ke 2 pertandingan berikutnya. Harapan kami wasit di laga selanjutnya bisa lebih adil,” kata Manajer Abraham M. Tully.

Meski kalah, BBN Boys masih memiliki 2 kesempatan bertanding lagi di fase penyisihan. Banyak pihak berharap panitia bisa mengevaluasi agar semangat fair play di KASMANSA PANTAI BARU CUP II tetap terjaga. (nr1).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *