Keunikan tradisi ini terletak pada keterbukaannya. Siapa saja boleh ikut menjadi penunggang, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa batas usia, asal mampu mengendalikan kuda. Kebersamaan, sportivitas, dan persatuan menjadi nilai utama.
Hadir dalam acara ini Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, anggota DPRD Rote Ndao, para Maneleo, kepala desa, tokoh masyarakat, dan ribuan warga dari berbagai penjuru Pulau Rote.
Dengan skala 450 ekor kuda dan sambutan luar biasa, Hus Kuda Usman Husin Cup II membuktikan budaya lokal punya daya tarik wisata yang kuat. Festival yang rencananya dipadukan dengan pacuan kuda ini diharapkan menjadi ikon budaya Rote Ndao di tingkat nasional, sekaligus berdampak pada pelestarian budaya, pariwisata, dan perekonomian warga. (Nr3)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










