iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Rote Ndao Tinjau Gudang Bulog, Serapan Gabah Tembus 1.491 Ton dan Dorong Pembangunan Gudang Baru

gudang bulog
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk didampingi Kepala Dinas Pertanian Nikson Balukh meninjau Gudang Bulog Rote Ndao di Kompleks Pergudangan Sanggaeoen, Selasa (21/7/2026). (Foto: Prokopim Rote Ndao)
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., meninjau Gudang Bulog Rote Ndao di Kompleks Pergudangan Sanggaeoen, Selasa (21/7/2026), guna memastikan penyerapan gabah hasil panen petani berjalan optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa hingga Juli 2026, Bulog Rote Ndao telah menyerap lebih dari 1.491 ton gabah, meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 1.268 ton. Penyerapan dilakukan menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp11.000 per kilogram untuk hasil panen musim tanam pertama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Sementara itu, musim tanam kedua masih berlangsung sehingga volume penyerapan diperkirakan terus meningkat. Secara keseluruhan, penyerapan gabah oleh Bulog di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai sekitar 7.000 ton.

Bupati Apresiasi Peningkatan Serapan Gabah

Bupati Paulus Henuk mengapresiasi peningkatan penyerapan gabah yang dinilai merupakan hasil sinergi antara Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mendukung kesejahteraan petani.

Menurutnya, kerja sama yang semakin intensif sepanjang tahun ini mampu meningkatkan produksi sekaligus memperluas penyerapan hasil panen masyarakat.

Ia juga mengimbau para petani agar menjual gabah atau beras kepada Bulog apabila harga pasar berada di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah. Sebaliknya, jika harga pasar lebih tinggi, petani dipersilakan menjual hasil panennya ke pasar agar memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Petani Diminta Tidak Menyimpan Gabah Terlalu Lama

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyoroti kebiasaan sebagian petani yang menyimpan gabah terlalu lama setelah panen.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas gabah sekaligus meningkatkan risiko serangan hama.

“Perlu edukasi kepada masyarakat agar gabah tidak disimpan terlalu lama. Bulog bersama Dinas Pertanian perlu menyampaikan informasi secara masif sehingga masyarakat memahami waktu yang tepat untuk menjual hasil panennya dan tetap memperoleh keuntungan,” ujar Paulus Henuk.

Pemkab Dorong Pembangunan Gudang Baru

Selain memantau stok gabah, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembangunan gudang Bulog baru di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Paulus Henuk bahkan langsung berkoordinasi melalui sambungan telepon dengan pimpinan Perum Bulog NTT dan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan gudang tambahan.

Penambahan kapasitas penyimpanan dinilai penting seiring meningkatnya produksi pertanian di Kabupaten Rote Ndao.

Tak hanya itu, Bupati juga mengusulkan agar status Gudang Bulog Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kantor Cabang Bulog.

Menurutnya, usulan tersebut layak dipertimbangkan karena Rote Ndao merupakan daerah kepulauan dengan tren produksi dan penyerapan gabah yang terus meningkat setiap tahun.

BUMD Didorong jadi Mitra Bulog

Kepala Gudang Bulog Rote Ndao, Leksi Ndolu, menjelaskan bahwa Bulog saat ini membuka peluang kemitraan melalui skema maklon.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendorong PD Ita Esa menjadi mitra Bulog dalam kegiatan penyerapan gabah dan beras dari petani.

Pemkab juga berencana memberikan penyertaan modal kepada BUMD tersebut agar mampu menjalankan peran strategis dalam mendukung distribusi pangan di daerah.

Dukung Swasembada Pangan Nasional

Menurut Bupati Paulus Henuk, berbagai langkah yang dilakukan merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terhadap program Swasembada Pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Dengan data produksi dan penyerapan gabah yang akurat, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam menyampaikan kondisi riil sektor pertanian kepada pemerintah pusat sehingga berbagai program maupun bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Di akhir kunjungan, Bupati menegaskan pentingnya menjaga indeks pertanaman minimal dua kali dalam setahun sebagai strategi meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan terus memperkuat kolaborasi bersama Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah. (*/nr1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *